Sergey Brin Kandidat Doktor yang ‘Nyasar’ Menjadi Millarder
July 18, 2007
Ayahnya, seorang profesor, pernah mengeluh : anaknya yang miliarder tak pernah punya banyak uang. Adapun yang menjadi kepedulian Sergey bukanlah kekayaan tetapi informasi. Persisnya : bagaimana mengorganisasi informasi di internet agar mudah diakses sebanyak mungkin orang. Orang bisa selancar di dunia maya internet lantaran masuk melalui sebuah portal tertentu. Ketika orang itu memerlukan informasi tentang sesuatu atau seseorang maka ia berhubungan dengan mesin pencari (search engine), di antaranya Google. DI kalangan mesin pencari (Alta Vista, Lycos, dsb) Google - memang - tanpa bantahan - yang terbaik. Keberadaan Google memang tiba-tiba membuat begitu banyak orang biasa menjadi punya kekuasaan luar biasa. Betapa tidak; jika ‘
information is power‘ maka apa jadinya seseorang yang punya akses ke ratusan ribu halaman informasi - tentang apa saja - dengan sekali klik saja ? Berkuasa sekali bukan ?Soal apa obsesi Sergey Brin dan mitranya Larry Page, keduanya teman kuliah di Stanford University, California, ketika mendirikan Google. Brin menjelaskan bahwa misi Google adalah mengorganisasi informasi di dunia agar secara universal mudah diakses dan bermanfaat. Google dimulai pada tahun 1995 sebagai proyek riset di Stanford University. Tahun 1998 didirikanlah Google Inc. dan bulan September meluncurkan mesin pencari versi beta kepada umum.
Sasarannya adalah membuat situs internet yang amat mudah dipakai dan menawarkan mesin pencari terbaik di dunia. Sampai sekarang hal itu tetap menjadi target Google. Google pun akan terus fokus ke search technology untuk waktu lama ke depan.Memang, Sergey Brin yang kelahiran Moskow itu, sebenarnya tengah menyiapkan tesis doktoralnya ketika ia memulai Google. Ia adalah kandidat doktor di Stanford University, tempat di mana ia juga meraih gelar master-nya dalam computer sciences. Statusnya kini : cuti kuliah mempersiapkan tesis. Sergey meraih gelar bachelor’s of science (BSc) dalam matematika dan ilmu komputer di University of Maryland (College Park). Ia lulus dengan penghargaan di situ sementara di Stanford ia menyabet graduate fellowship dari National Science Foundation.Riset Sergey Brin sejauh ini meliputi bidang-bidang mesin pencari (search engine) dunia internet, ‘memeras’ informasi dari sumber-sumber tak berstruktur, dan penambangan data dari sumber-sumber ilmiah dan teks-teks ukuran besar.Rencanaya Google akan masuk bursa efek, Nasdaq atau NYSE, Juli tahun ini. Adapun saham yang akan ditawarkan ke publik senilai US$ 2,7 miliar sementara sisanya dimiliki para pendiri dan penyandang dana : perusahaan modal ventura Kleiner Perkins Caufield & Byers serta Sequoia Capital. Dengan begitu, saham yang dimiliki Sergey Brin pasti jauh di atas satu miliar dollar Amerika. Lumayan buat anak kelahiran Moskow yang tak silau akan simbol-simbol kapitalisme macam kekayaan pribadi itu.
Sebagai preside di perusahaan yang bertanggung jawab atas teknologi, Sergey berjanji Google tetap akan mengikuti irama Perkembangannya sendiri sebagai perusahaan publik. ‘Kami tidak akan bertindak demi kepentingan jangka pendek hanya untuk memuaskan kalangan investor di Wall Street,’ tegasnya dalam sebuah konferensi pers. Janji lainnya, sebagai perusahaan penguasa teknologi ampuh Google akan setia ke mottonya selama ini : ‘Dont be evil !!‘ (jangan menjadi jahanam).(k)
